KUMPULAN BERBAGAI CONTOH STEEL

Penampakan Hantu


Penampakan makhluk halus terekam sejumlah pemuda di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Jatisari Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang, kemarin malam.

Dalam rekaman diambil dari kamera telepon seluler milik Rudi Sugeng (28), itu terlihat sosok menyerupai pocong berjalan mondar-mandir di areal pemakaman.
Meski kondisi panik melihat penampakkan itu Rudi bersama empat rekannya sempat mengabadikannya selama 1 menit 50 detik.

"Terlihat jelas ketika kami berada di situ," ujar Rudi saat ditemui detiksurabaya.com di tempat kerjanya kawasan Janti, Kota Malang, Kamis (26/7/2012).

Warga Pakis, Kabupaten Malang, ini menceritakan pengalamannya merekam sosok pocong tersebut. Malam itu dirinya bersama empat rekannya akan menonton pertunjukan kuda lumping di desa tetangga. Mereka kemudian berjalan kaki menempuh tempat tujuan.

Berawal dari iseng, mereka sepakat mengadu nyali dengan beristirahat di areal pemakaman. "Awalnya iseng saja, uji nyali," ujar Rudi.

Munir rekannya kemudian meminta telepon seluler yang berada di saku Rudi. Tanpa niatan mengambil gambar dengan baik, Munir mulai menyorot satu persatu rekan-rekannya asyik menyulut tembakau.

Sorotan kamera handphone selanjutnya diarahkan ke bagian belakang mereka duduk melingkar. Dari situlah kemudian terlihat bayangan putih mendekati tempat mereka duduk. Semakin jelas hingga membuat Rudi dan teman-temannya panik. Sampai terekam jelas nada suara kepanikan di dalam video rekaman.

"Semakin dekat dan jelas. Jarak kami dekat sekali. Sebentar kemudian terus hilang," urainya.

Menurut dia, areal pemakaman itu memang dikenal angker oleh penduduk setempat. Adanya penampakkan bukan merupakan hal pertama kali terjadi.
"Memang angker di situ," tutur dia.

Sejak tiga hari terakhir para pegawai di lingkungan Pemkab Pasuruan heboh. Pasalnya sesosok hantu perempuan berambut panjang tertangkap kamera salah seorang pegawai.

Dengan cepat, foto hantu perempuan berpakaian serba putih yang sedang duduk di salah satu meja di kantor Dinas Pengelolahan Keuangan Daerah (DPKD) Pemkab Pasuruan, langsung tersebar luas di kalangan pegawai.

Berdasar data yang dihimpun, foto sosok hantu itu diambil menggunakan kamera Samsung GT-S5830, Kamis (5/5/2011) pukul 12:22:41 WIB. Hingga kini belum dikatahui siapa yang merekam sosok hantu tersebut. Semua pegawai yang ditemui wartawan pun mengaku tidak mengetahui.

Banyak dari pengawai yang mengaitkan kemunculan hantu perempuan tersebut dengan gedung Darmoyuda, yakni bekas bangunan penyimpanan arsip bagian keuangan di komplek kantor pemkab. Sejak terbakar 9 Maret 2009 lalu, bangunan tersebut masih dibiarkan mangkrak.

Kesan angker yang melekat kuat pada gedung tersebut menjadikan kompleks kantor Pemkab Pasuruan di Jalan Hayam Wuruk Kota Pasuruan, tampak menyeramkan, apalagi di malam hari. Bahkan, sebelum foto hantu perempuan di kantor DKPD terekam kamera, sudah ramai diperbincangkan bahwa di gedung Darmoyudo sering ada penampakan makhluk halus.

Kontan beberapa pegawai langsung menghubungkan hantu perempuan yang terekam kamera itu dengan gedung Darmoyudo. Banyak diantara pegawai mengatakan jika hantu di kantor DPKD adalah penunggu gedung Darmoyudo berkeliaran di kantor-kantor Dinas yang berada di kompleks kantor Pemkab Pasuruan.

Beberapa karyawan yang ditemui, mengaku tidak percaya akan adanya penampakan tersebut. Namun dengan beredarnya foto hantu melalui ponsel ke ponsel, banyak diantara pegawai yang mengaku takut.

"Jujur saya tidak pernah melihat penampakan tersebut. Tapi kalau lembur terus terang saya takut. Apalagi beberapa hari ini beredar foto hantu yang diduga di rekam di ruang DPKD," kata salah seorang pegawai Dinas DPKD yang tidak mau namanya disebutkan, Sabtu (14/5/2011).

Sementara seorang pegawai lain mengaku mempercayai foto tersebut. Pasalnya di antara mereka mengaku beberapa kali merasa diganggu makhluk halus saat berada dalam komplek perkantoran tersebut.

"Saya dan beberapa teman sering merasa merinding berada di sekitar bangunan yang terkesan seram. Apalagi jika malam hari," kata pegawai perempuan kantor DPKD.
Penampakan bayangan diduga mahkluk halus terekam CCTV RS Elizabeth, Situbondo. Dalam rekaman itu sosok putih seperti manusia terlihat keluar dari kamar mayat, dan meloncat-loncat cukup cepat di area parkir rumah sakit.

Dalam rekaman tampak mahkluk tersebut berjubah putih, dengan rambut agak panjang. Saat menuju areal parkir mahkluk halus itu tidak berjalan, melainkan melompat dengan cepat  layaknya film vampire ala mandarin.

Seorang saksi mata, Sukirno menerangkan, saat itu dirinya memang melihat penampakan yang juga terekam CCTV. "Waktu itu hantunya keluar dari kamar mayat, menuju areal parkir mas. Setelah itu kembali lagi masuk ke kamar mayat," ujar Sukirno, saat menceritakan kejadian itu kepada detiksurabaya.com, Rabu (20/4/2011).

Penampakan tersebut terekam CCTV pada Minggu (18/4/2011) lalu, sekitar pukul 02.00 WIB. Pada saat itu, Sukirno yang juga juru parkir di rumah sakit milik PTPN XI ini kebagian jaga malam. Menurutnya, penampakan itu baginya sudah pemandangan yang biasa. "Dulu penampakan itu juga terjadi di dekat pos jaga rumah skait mas," tambah Sukirno lagi.

Sayangnya, pihak rumah sakit enggan mengomentari hal itu, dengan alasan direktur rumah sakit sedang berada di Surabaya. "Wah itu gak bener mas (mahluk halus terekam cctv, red), gak pernah ada itu," ujar salah satu staf RS Elizabeth yang enggan menyebutkan namanya.


(bdh/bdh)
Sebuah bayangan mirip makhluk halus terekam kamera HP milik warga Kota Malang. Sosok yang diduga hantu itu terekam saat pemilik HP mengabdikan gambar anaknya setelah mandi.

Pasangan suami istri yang tidak sengaja memotret penampakan hantu itu yakni, Asmari (46) dan istrinya Jamiyati (37), warga Jalan Laksda Adi Sucipto, Gang Mungil, Kelurahan/Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Terlihat dalam foto di telepon seluler Asmari, sosok mahkluk halus nampak samar hanya
terlihat separuh wajahnya, dengan mengenakan baju putih, serta rambut panjang terurai. Sosok bayangan itu berada persis di belakang Asri Savira Ayu Diah Pratiwi, putri pasangan Asmari dan Jamiyati masih berusia 13 bulan.

Asmari mengaku, foto diambil istrinya usai memandikan sang buah hati Tanggal 24 Januari 2011 silam. Tapi baru sadar adanya penampakkan mahluk halus pada hari kemarin. "Sejak awal kami tak tahu kalau difoto itu nampak sosok mahkluk halus ini," kata Asmari, saat ditemui wartawan di rumahnya, Selasa (22/1/2011).

Asmari menceritakan bahwa pagi itu istrinya tengah memandikan putrinya. Karena besar rasa ingin mengabadikan momen itu, Jamiyati mengambil HP miliknya. "Hanya sekali foto dan hasilnya tak kami lihat langsung. Baru-baru kemarin ingin melihatnya lagi. Eh ternyata ada bayangan di belakangnya," ujar Asmari.

Pasutri ini tak memungkiri adanya makhluk halus di rumahnya. Karena mereka seringkali melihat sesosok bayangan melintas secara tiba-tiba. "Kalau hantu ada memang, sering kita melihat bayangan lewat di sini (rumah saya,red)," ungkap Asmari.

Dia menceritakan, konon keberadaan makhluk halus itu telah lama, sebelum dirinya mendirikan rumah yang kini ditempati. "Tempat ini dulu tanah lapang dan tak terurus,
banyak kabar hantu dengan separuh wajah kerap muncul. Itu sebelum kami tinggal
disini," tuturnya. Asmari bersama keluarganya berniat tetap menyimpan foto sosok
bayangan hantu tersebut.
Penampakan makhluk halus ternyata tak hanya di gudang kakao dan juga di depan kantor PTPN XII Ngrangkah Sepawon. Di tempat terbuka, penampakan sering terlihat yaitu di lapangan tenis. Suami istri dan anaknya yang kerap membuat petugas keamanan ketakutan.

Samulu, salah seorang petugas keamanan PTPN XII mengatakan dia pernah melihat makhluk lain itu. Saking takutnya dia lari terbirit-birit. Tanpa menyebut tanggal dan hari, kejadiannya diakui sekitar pukul 02.00 WIB dinihari dan saat dia sedang patroli rutin.

Hantu wanita dan pria dengan anak di gendongan diakui memperlihatkan diri di sudut lapangan tenis, serta menertawai aktivitas patroli yang dilakukannya.

"Di sudut pintu masuk utara itu, Mas. Yang wanitanya rambut panjang dan susunya (payudara) panjang nglewer. Sementara laki-lakinya menggendong anaknya. Mereka tertawa melihat saya patroli, dan saat itu juga saya langsung lari ke pos depan," ungkap Samulu sambil menunjuk lokasi kemunculan keluarga hantu tersebut, Senin (27/12/2010).

Berbeda dengan monyet di gudang kakao yang muncul di waktu tertentu, keluarga hantu di sudut lapangan tenis bisa menampakkan dirinya setiap saat. Yang mengejutkan lokasi kemunculannya cukup aneh,  karena tepat di akses jalan menuju mushola.

Dari bentuk fisiknya, Samulu mengungkapkan, hantu wanita sebagai wewe gombel. Sementara hantu laki-laki dan anaknya tidak bisa dilihat dengan jelas, namun keberadaannya sangat menakutkan.

"Kalau wewe kan memang bentuknya begitu. Biasanya telanjang dan susunya panjang nglewer," tuturnya.

Lebih lanjut Samulu mengatakan, bukan hanya dirinya yang pernah dijumpai hantu di sudut lapangan tenis. Hampir semua petugas keamanan yang jaga malam pernah ketakutan.

"Tapi ya sampai sekarang dibiarkan. Kami sendiri juga menyadarinya,  karena memang di sini kan peninggalan Belanda, belum lagi tempatnya tengah hutan," pungkas Samulu.
Bangunan tua selalu identik dengan kisah mistis. Banyak misteri yang tersimpan di dalamnya. Dan mungkin hingga saat ini tak ada yang bisa menjelaskan kenapa di dalam bangunan tua selalu ada kisah misterius di dalamnya.

Seperti bangunan di PTPN XII Ngrangkah Sepawon, yang berlokasi di Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, merupakan salah satu peninggalan zaman Kolonial Belanda di Indonesia.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, mistis di PTPN XII Ngrangkah Sepawon diantaranya ada di akses jalan di depan Kantor Pusat. Jalan selebar 3 meter yang tidak diaspal tersebut, konon seringkali dilalui kuda misterius yang hanya datang di waktu tertentu.

"Warnanya putih dan ukurannya gede banget. Saya sendiri belum pernah melihat, tapi teman-teman sopir sering melihatnya," ungkap salah satu petugas keamanan PTPN XII Samulu, saat berbincang santai dengan detiksurabaya.com, Senin (27/12/2010).

Samulu mengatakan, bukan hanya satu atau dua pegawai perkebunan yang pernah ditemui kuda misterius tersebut. Meski hanya sekedar cerita dari mulut ke mulut, kondisi itu sempat membuat banyak pegawai merasa ketakutan.

"Ada teman yang sampai lari terbirit-birit saat melihat. Katanya ukurannya gede banget, larinya juga kencang," kata Samulu.

Ditanya mengenai asal muasal kuda misterius tersebut, Samulu mengaku kurang mengetahuinya. Meski demikian, lelaki yang sudah mengabdi di PTPN XII selama 35 tahun tersebut menduga, kuda misterius tersebut tak lepas dari keberadaan kandang kuda pada masa penjajahan Belanda, tepat di depan rumah dinas Administratur PTPN.

"Kata yang pernah ditemui, kuda itu hilangnya juga tepat disana," ujarnya sambil menunjuk ke lokasi yang dimaksud.

Meski demikian Samulu juga menduga keberadaan kuda misterius tersebut tak lepas dari lokasi berdirinya PTPN XII, tepat di tengah hutan di lereng Gunung Kelud. Bahkan, sebelum dibuka menjadi perkebunan, lokasi tersebut dikenal sebagai hutan belantara. "Ya kalau tempat seperti ini kan gudangnya," pungkas Samulu.

PTPN XII Ngrangkah Sepawon sendiri adalah bekas penjajahan Belanda, dimana perkebunan pertama kali dibuka pada tahun 1923 silam. Sempat berpindahtangan ke Jepang, Belanda yang melangsungkan agresi militer kedua tahun 1947 berhasil kembali merebutnya, sampai akhirnya dikelola negara pascakemerdekaan. (wln/wln)
PTPN XII Ngrangkah Sepawon berdiri dan beroperasi sejak pemerintahan Kolonial Belanda, dengan sejumlah bangunan masih dimanfaatkan hingga saat itu. Tak heran apabila lokasinya dikenal cukup angker, salah satunya gedung pertemuan. Konon kabarnya ada tiga hantu menjadi penghuni tetap ruang tersebut, yaitu 2 genderuwo dan satu wewe gombel.

Keberadaan trio hantu itu diketahui beberapa saat lalu, setelah seorang paranormal diakui sempat melakukan penerawangan. Bangunan gedung pertemuan yang besar menjulang seakan dikuasai trio hantu tersebut, tanpa adanya 'penghuni' lain.

"Tempat satu persatunya di mana saya kurang jelas. Cuman katanya ya hanya ada 3 hantu itu di dalam sini," kata salah seorang petugas keamanan yang enggan namanya disebut, Senin (27/12/2010).

Keberadaan gedung pertemuan yang saat ini tak lagi difungsikan dan sempat dijadikan sebagai lapangan bulu tangkis, memang tampak menyeramkan. Besar dan tinggi menjulang khas bangunan di zaman Belanda, cat yang kusam.

"Ini atapnya dan rangka atasnya memang sengaja dilepas, karena dulu sempat dijadikan lapangan badminton. Manajemen menilai kok rawan ambruk, apalagi kalau sampai menimpa karyawan yang sedang bermain badminton," ungkapnya.

Sementara itu menurut Samulu, memang belum pernah ada orang yang melihat keberadaan trio hantu tersebut secara nyata. Karena itu menurut penerawangan seorang paranormal diyakini benar.

"Tempatnya kan memang juga seram. Jadi ya wajar saja kalau memang ada penghuninya," tandas Samulu santai.

Meski demikian sama dengan keberdaan makhluk halus di sejumlah tempat lain di PTPN XII, Samulu juga menganggapnya sebagai hal yang wajar. Meski juga keberadaan hantu tak jarang membuat takut, langkah pengusiran diakui kecil kemungkinan akan dilakukan. (wln/wln)
Tak hanya di dalam ruangan, keangkeran Balai Kota Kediri juga dirasakan dan dijumpai di luar. Salah satunya pohon beringin tua yang ada di lokasi parkir pegawai. Konon pohon tersebut adalah rumah tempat hantu wanita tinggal. Hingga tak ada yang berani menebangnya.

Tinggi pohon beringin itu mencapai angka 30 meter, dengan sebagian akar melingkari batang utama dan muncul ke permukaan aspal.

Catur, anggotra Satpol PP membenarkan keangkeran pohon beringin tersebut. Diakuinya, hantu wanita dengan rambut panjang terurai seringkali muncul, entah sekedar melintas atau duduk di salah satu dahan pohon.

"Setane iku karo aku wedi, makane aku ora tau diketoki. Cuman arek-arek iku ngaku memang sering diketoki ndek kene (Hantunya itu takut dengan saya, makanya saya nggak pernah ditemui. Tapi anak-anak mengaku sering ditemui hantu di sini)," ungkap saat berbincang dengan detiksurabaya.com, Jumat (17/12/2010).

Catur mengatakan, pohon beringin tersebut diduga telah berusia 50 tahun dan sampai saat ini tak seorang pun berani menebangnya. Konon pohon tersebut diyakini memang 'berpenghuni' hingga muncul ketakutan.

"Sejak saya tugas disini, besarnya ya segini. Sejak dulu sampai sekarang, Pemkot ya belum ada niatan menebang," ungkap Catur yang bekerja selama 20 tahun.

Sementara itu Kasubag Pemberitaan Bagian Humas Pemkot Kediri Afif Permana mengatakan, pihaknya memang belum memiliki niat menebang pohon beringin tua tersebut. Alasannya bukan pada ketakutan atas keberadaan hantu, melainkan menjaga kelestarian lingkungan.

"Kalau nggak ada pohon itu parkiran panas banget, Mas. Makanya sampai sekarang kami belum ada niat menebangnya," pungkas Afif.
(wln/wln)
Sesosok yang diyakini sebagai makhluk halus, berhasil ditangkap oleh seorang paranormal di Situbondo, Jawa Timur diduga sebagai penunggu pusaka. Pusaka berupa tombak itu ditemukan berada di kedalaman tanah di samping rumah Agus, warga Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji.

Hal itu diungkapkan Agus, pemilik rumah yang selama ini berpenghuni makhluk halus.
Warga Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji itu mengetahui adanya pusaka tombak di halaman rumahnya dari paranormal yang didatangkan untuk menangkap hantu yang sering mengganggu anaknya.

Setelah berhasil menangkap hantu itu, paranormal yang didatangkan jelas Agus, kemudian melakukan salat istikharoh untuk mengetahui kenapa hantu itu berada di samping rumahnya. Setelah melakukan salat, paranormal tersebut mengatakan jika hantu yang berhasil ditangkapnya adalah penunggu pusaka yang berada di tempat itu.

"Tombak itu diangkat melalui ritual khusus. Tapi saya tidak mengetahui apa saja media yang digunakan dalam ritual itu," tegas Agus.

Setelah beberapa lama, pusaka yang berada di samping rumahnya berhasil dikeluarkan. Namun, tombak yang ditemukan tersebut sudah sangat usang, dan bentuknya tidak sesempurna layaknya tombak.

"Ya hanya mata tombaknya saja, saya enggak tahu siapa pemilik tombak itu dan yang meletakkan di samping rumah saya ini," ujar Agus, saat ditemui detiksurabaya.com, Senin (29/11/2010).

Apakah tombak itu bekas peninggalan zaman kerajaan dahulu? Agus mengaku tidak tahu. Namun informasi yang diterima dari paranormal, benda itu diyakini memang merupakan benda kuno. "Sekarang tombaknya sudah dibawa oleh paranormalnya mas," ujarnya lagi.

Diberitakan sebelumnya, warga di Kelurahan Mimbaan RT 02 Rw 12, Kecamatan Panji, Situbondo, dihebohkan dengan penangkapan sosok yang diyakini sebagai makhluk halus. Hebohnya lagi, makhluk itu dan bisa dilihat dengan mata telanjang.

Makhluk yang diyakini sebagai hantu gentayangan tersebut tertangkap di rumah Agus,
warga setempat, Minggu (28/11/2010) dini hari. Untuk menangkap makhluk yang sering mengganggu anaknya, Agus meminta bantuan seorang paranormal.

Kini sosok makhluk halus itu dimasukkan dalam botol bening. Ukuran hantu yang sempat tertangkap kamera wartawan itu sangat kecil berwarna putih, dan sekilas hanya tampak seperti foto setengah badan. (bdh/bdh)
Cerita soal hantu memang tak ada habisnya. Meski terkadang membuat takut tapi selalu membuat orang tertarik mendengarnya.

Tak hanya benda pusaka dan suara-suara yang terdengar tapi juga kerap muncul sosok wanita tinggi besar dan potongan tangan yang biasa mondar-mandir. Terutama mendekati ruang tahanan di Polsek Dander, Bojonegoro.

Menurut sejumlah warga dan beberapa anggota polisi, hantu perempuan ini diyakini bersarang di pohon Solbin besar yang berjarak sekitar 10 meter di belakang mapolsek yang berhadapan dengan pasar desa.

"Wujudnya seperti wanita dan tinggi besar. Namun, jika diperhatikan dengan seksama malah menghilang. Demikian juga dengan potongan tangan tersebut," kata Yudis, warga setempat saat berbincang dengan detiksurabaya.com, Selasa (16/11/2010).

Beberapa polisi yang bertugas di polsek yang beralamat di Jalan Hos Cokroaminoto di Desa/Kecamatan Dander, mengaku sering melihat penampakan ini. Terutama, saat mereka mendapat giliran piket jaga malam.

"Biasanya, penampakan ini muncul dan berjalan dari belakang mako menuju ruang tahanan. Tapi ketika didekati langsung menghilang," ujar Brigadir Soedarso, anggota Polsek Dander.

Kendati sering menampakkan diri, hantu tersebut tidak menganggu. Kalaupun ada dua orang tahanan yang kesurupan, itu karena mereka pikiran kosong dan melamun sendirian di dalam sel tahanan berukuran 7x6 meter itu.

Kantor Polsek Dander dibangun pada tahun 1975. Lokasinya bukan bekas makam, hanya saja, di lokasi kosong ada sebuah pohon Solbin besar di belakang mapolsek yang diyakini banyak orang menjadi sarang makhluk ghaib. (wln/wln)
Penampakan hantu yang berhasil diabadikan kamera handphone kembali terjadi. Kali ini di Desa Karangsemi Kecamatan Tanjung Anom, Kabupaten Nganjuk. Hantu jenis kuntilanak terekam jelas di bantaran sungai bawah jembatan.

Pengabadian penampakan kuntilanak berhasil dilakukan oleh Pego Guntoro, warga di sekitar lokasi jembatan Senin (25/4/2011) petang. Saat itu dia bermaksud memotret jembatan Karangsemi yang sedang ambruk, namun hasil jepretan terpampang penampakan tersebut.

"Saat itu juga dia ketakutan dan mem-bluetooth fotonya ke HP saya. Yang di HP dia sendiri malah dihapus," terang Ratno, warga Desa Demangan Kecamatan Tanjung Anom, yang menjadi teman seprofesi Pego, saat ditemui wartawan di rumahnya, Rabu (27/4/2011).

Pantauan detiksurabaya.com menunjukkan, penampakan kuntilanak bisa dilihat dengan jelas. Sesosok hantu tampak berdiri di bantaran sungai di bawah jembatan, mengenakan pakaian serba putih, rambut terurai panjang dan tak terdapat tangan yang terlihat.

"Kalau diperhatikan sepertinya kuntilanak. Ini ngambilnya (foto) kan juga sore. Mungkin pas ada hantu lewat atau bagaimana, pas dijepret tepat saat masuk frame," ujar Ratno.

Kabar penampakan hantu juga cepat menyebar ke sejumlah masyarakat di Desa Karangsemi dan Demangan. Melalui fasilitas bluetooth dan infra red mereka juga berusaha saling tukar foto, karena mengaku penasaran dengan kabar tersebut.

Terkait penampakan kuntilanak yang terekam kamera handphone tersebut, warga di sekitar lokasi menyebut jembatan Karangsemi memang dikenal angker. Agus, salah satu warga bahkan mengaku pernah melihat penampakan hantu yang sama dengan matanya secara langsung.

"Sudah setahunan kalau gak salah. Saat itu saya selesai makan di warung sebelah jembatan, sudah jam sembilanan malam. Saat melintas di atas jembatan saya lihat sosok hantu duduk-duduk di bagian besi pembatas. Saya sempat melirik, cukup cantik wajahnya," ungkap Agus dengan mimik wajah serius.

Keangkeran lain di jembatan Karangsemi juga diungkapkan Supardi, warga lainnya. Salah satu indikasinya adanya seringnya jembatan penghubung 2 desa tersebut rusak, meski perbaikan selalu dilakukan. "Ini tahun ini sudah dua kali ambruk. Padahal selalu diperbaiki, dibangun bagus nanti juga ambruk lagi," pungkasnya.

Diculik Penghuni Kali Akar



Oleh: Syamsul Lesmana
Kali Akar merupakan bagian dari Way Belahu, sungai yang mengalir membelah Kota Telukbetung Bandar Lampung. Penduduk menyebutnya Kali Akar karena di sekitar aliran sungai itu banyak ditumbuhi pohon perdu yang akarnya muncul di permukaan air. Ada juga akar yang menjuntai seperti tali ayunan. Akar-akar sebesar paha orang dewasa itu sangat disenangi anak-anak. Mereka biasa berdiri di atas akar itu lalu terjun ke sungai.
Sebagian orang mengatakan tempat itu angker. Memang jarang sekali tempat itu dikunjungi orang. Mereka datang ke tempat itu hanya pada saat-saat tertentu saja, seperti menjelang bulan puasa. Biasanya mereka datang untuk mandi keramas. Praktis, pada hari-hari biasa sungai itu hanya ramai oleh anak-anak setempat yang berenang.
Sore itu hujan turun lebat sekali. Tetapi sekelompok anak-anak Kampung Pakuon yang sedang bermain bola belum juga mau berhenti. Hujan justru membuat mereka tambah bersemangat bermain sehingga tanpa terasa hari sudah mulai gelap. Usai bermain bola, mereka lantas berlari menuju Kali Akar dan sambil bersorak mereka pun terjun ke sungai itu. Setelah badannya bersih dari lumpur, mereka lantas pulang ke rumah masing-masing.
Namaun ada yang aneh di sore itu. Mahyudin yang biasa dipanggil Udin, tidak tampak di antara mereka. Padahal tadi Udin bermain dan mandi di sungai bersama anak-anak itu. Ketika Rohayah, ibunya Udin bertanya, anak-anak hanya menjawab Udin masih mandi di sungai. Rohayah sedikit lega mendengar jawaban itu karena sudah menjadi kebiasaan Udin selalu pulang terlambat.
Namaun ketika adzan Magrib terdengar dan Udin belum juga pulang, Rohayah mulai was-was. Kemana anak itu? Tanya Rohayah dalam hati. Ia kemudian memanggil Badar, kakak Udin, yang sedang menonton televisi.
“Badar, coba kamu susul adikmu,” perintah Rohayah.
“ Susul kemana, Bu?” kata Badar balik bertanya tanpa melepas pandangannya daripesawat TV.
“Kata temannya tadi dia mandi di Kali Akar.”
Dengan agak malas, Badar beranjak dari tempat duduknya. Kakinya diseret menuju Kali Akar yang letaknya tidak terlalu jauh dariu rumahnya. Tiba di Kali Akar, Badar tidak melihat adiknya. Situasi di sekitar Kali Akar sangat sepi. Badar sempat beberapa kali memanggil nama adiknya. namun tidak ada sahutan.  Badar pun mencoba menyusuri aliran sungai itu sambil terus memanggil-manggil Udin tetapi tetap saja tidak menemukan adiknya. Badar akhirnya pulang dengan tangan hampa.
“Udin tidak ada di Kali Akar,” lapor Badar pada ibunya.
Perasaan Rohayah semakin tidak menentu. Firasatnya mengatakan telah terjadi sesuatu pada anak itu. “Coba cari ke musola. Siapa tahu dari sungai tadi dia langsung ke musola untuk mengaji.”
“Bu, ini maslam Jumat. Tidak ada anak-anak yang mengaji,” sahut Badar. Ustadz Ali memang meliburkan santrinya setiap malam Jumat.
“Kalau begitu coba cari ke rumah Pakde Miran. Mungkin saja Udin ke sana,” perintah Rohayah. Kini suaranya mulai bergetar karena rasa was-was. Sementara Kardi, suami Rohayah, juga sudah sibuk mencari kemana-mana.
Tanpa banyak Tanya, Badar langsung berlari ke rumah Pakde Miran. Perasaannya mulai ikut cemas memikirkan berbagai kemungkinan buruk menimpa adiknya. Benar saja, Udin tidak ada di rumah Pakde Miran. Badar langsung pulang dan memberitahukan hal itu pada ibunya.
Sontak keluarga Udin dilanda kecemasan yang luar biasa. Terlebih usai adzan Isya, Udin juga belum ditemukan. Kabar itu segera menyebar sehingga para tetangga dan teman-teman Udin ikut mencari anak itu. Mereka menyusuri sungi karena mulai muncul dugaan Udin hanyut terbawa arus Kali Akar. Apalagi sore itu hujan turun sangat deras. Meski Udin bisa berenang, namun  belum terlalu mahir sehingga jika kemungkinan saja terseret arus karena hujan turun sejak sore sehingga aliran Kali Akar mendadak sangat deras.
Namun karena suasana gelap dan hujan tambah deras, mereka pun menghentikan pencariannya. Dari kasak-kusuk mulailah muncul dugaan jika Udin telah dibawa oleh Kalongwewe, makhluk halus yang gemar mencuri anak-anak untuk dijadikan anaknya. Terlebih Kali Akar selama ini sebenarnya juga dikenal angker karena sudah pernah beberapa kali menelan korban jiwa.
Sepanjang malam Rohayah menangis memikirkan nasib Udin. Esoknya, seluruh warga di Kampung Pakuon ikut beramai-ramai mencari Udin di sepanjang aliran Kali Akar hingga ke muara. Ada juga yang berenang dan menyelami bagian-bagian terdalam di sungai itu. Bahkan ada yang mencarinya hingga ke sungai Belahu. Tetapi semua usaha sia-sia saja. Udin tidak juga ditemukan.
“Mungkin Udin sudah tewas dan mayatnya hanyut hingga ke laut,” ujar salah seorang tetangga dengan nada berbisik karena tidak ingin melukai perasaan Rohayah.
“Mungkin saja. Kali begitu kita cari sampai ke laut,” timpal rekannya.
Mereka pun lantas mencari Udin ke Teluk Lampung dengan dibantu nelayan setempat. Hanya saja hingga sore hari, sosok Udin belum ditemukan. Para nelayan yang pulang melaut juga tidak ada yang melihat ada sosok mayat di daerah Teluk Lampung.
Selain melaporkan kasus hilangnya Udin ke polisi, Kardi juga menemui Mbah Rekso, orang pintar yang tinggal tidak jauh dari Pakuon. Menurut Mbah Rekso, Udin diculik. Namun Kardi tidak mempercayainya. Apa motif penculiknya? Saya tidak punya musuh. Kalau minta tebusan, juga tidak mungkin karena saya tidak memiliki harta. Pasti mereka salah sasaran, kata Kardi dalam hati.
Sampai 5 hari kemudian, Udin belum juga ditemukan. Jika dia sudah meninggal, pasti mayatnya akan mengambang sehingga dapat ditemukan. Begitu juga kalau diculik, pasti penculiknya sudah menghubunginya untuk meminta uang tebusan. Ataukah mungkin diculik dan dibawa ke kota lain untuk dijadikan pengemis seperti banyak diberitakan selama ini? pikir Kardi. Namun dugaannya itu tidak berani ia ceritakan pada Rohayah karena takut istrinya itu akan semakin sedih. Akhirnya, Kardi dan keluarganya hanya bisa pasrah dan memohon petunjuk pada Allah.
Pada hari ke-6, penduduk Talang Atas, tetangga Kampung Pakuon, geger. Sobri, seorang pencari kayu bakar, menemukan Udin di hutan Sumur Putri. “Tadi saat lewat saya melihat ada anak kecil duduk telanjang di atas batu besar. Tapi sewaktu saya samperin, dia malah lari. Sepertinya dia ketakutan.”
Mendengar cerita Sobri, keluarga Kardi dan warga sekitar langsung menuju hutan Sumur Putri. Mereka berpencar untuk mencari Udin. Kardi terlihat sangat antusias karena kuat dugaan bocah kecil yang dilihat Sobri itu benar anak bungsunya.
“Woooiii…. Udin ada di sini,” teriak, Mamad, salah seorang penduduk yang ikut mencari. Seketika semua orang merubung ke tempat itu. Tampak Udin duduk seperti tengah melamun di atas sebuah batu besar. Ketika mengetahui banyak orang telah mengepung tempat duduknya, Udin berontak meski wajahnya menampakkan ketakutan yang luiar biasa.
Ketika Mamad mencoba meraih tangan Udin, anak itu spontan balik menyerangnya. Dia berusaha mencakar wajah Mamad sehingga Mamad lari ketakutan. Beberapa orang mencoba menangkapnya, namun masih belum berhasil karena Udin terus melawan dengan cakarnya. Gerakkannya mirip seekor monyet; lincah dan mengandalkan cakarnya sebagai senjata. Namun akhirnya Udin berhasil dilumpuhkan setelah secara serentak sejumlah orang termasuk Kardi, menangkap kedua tangannya. Udin lantas dibawa pulang.
Smapi di rumah, Rohayah hampir pingsan melihat kondisi anaknya. Keinginan untuk memeluknya, dipendam karena Udin masih terus berontak sehingga beberapa orang terpaksa memeganginya. Kardi kemudian memanggil Ustadz Ali. Oleh ustadz itu, Udin diruqiyah agar dirinya terbebas dari makhluk gaib. Lagi-lagi Udin mengerang seperti monyet dan berusaha menyerang Ustadz Ali. Namun Udin tidak berhasil menyerang Ustadz Ali karena kedua tangan dan kakinya masih dipegangi oleh beberap orang.
Setelah                 diruqiah, perlahan kesadaran Udin pulih. Dia mulai mengenali ibunya. Namun belum sempat Rohayah memeluk anaknya, Udin sudah keburu muntah. Yang mengejutkan, muntahannya berupa belatung yang sangat banyak.
“Alhamdulillah, kotorannya sudah keluar. Itulah yang membuat Udin tidak bisa bicara dan kehilangan kesadaran,” ujar Ustadz Ali.
Usai memuntahkan belatung, kondisi fisik Udin mendadak lemas. Tidak lama kemudian dia tertidur pulas. Esoknya Udin sudah kembali segar-bugar. Kepada keluarga dan tetangganya yang masih penasaran apa yang dialaminya selama 6 hari terakhir, Udin pun bercerita. Menurut Udin, setelah mandi di Kali Akar, ia naik ke tebing. “Tiba-tiba saja kaki saya seperti ada yang menarik. Saya mencoba melepaskan diri tetapi tidak kuat. Makhluk yang mencengkeram saya sangat kuat. Ketika saya menoleh ke belakang, saya terkejut sekali karena yang mendekap saya ternyata seekor monyet yang sangat besar,” ujar Udin.
Sebenarnya, kata Udin, sewaktu Badar memanggil-manggil namanya, Udin sempat mendengarnya. Namun dia tidak bisa menyahut karena mulutnya dibekap oleh monyet raksasa itu.  Setelah berhasil menguasainya, Udin lantas dibawa ke suatu tempat yang tidak dikenalinya. Di situ sudah banyak sekali monyet, ada yang sangat besar namun juga ada yang kecil.
“Namun monyet-monyet itu baik sekali pada saya. Mereka banyak member saya buah-buahan dan juga ikan segar. Saya juga diberi minuman yang rasanya agak asin dan hangat,” lanjut Udin.
Namun Udin tidak tahu mengapa kemudian dirinya ditemukan di hutan Sumur Putri yang jaraknya lumayan jauh dari Kali Akar. Sampai saat ini masyarakat setempat juga masih bingung apakah monyet itu asli atau monyet jadi-jadian yang merupakan penunggu Kali Akar. Rohayah sendiri enggan bertanya lebih jauh kepada Udin karena dia merasa sudah sangat senang anaknya bisa ditemukan dalam keadaan selamat.***     

Perkenalan Singkat


SESUATU yang tak bisa di ungkapkan rasanya begitu mengecam. Sasa sesal di dalam hati yang diam tak pergi, membawa Aku terpuruk di kehidupan ini..Mencoba tuk kembali namun itu sulit tuk di jalani. Merenungkan Dia kini, menggugah haruku berbagai kenangan berganti, masa yang t’lah lalu.
Sebenarnya Aku ingin menggali hasrat untuk kembali, Melukiskan Dia lagi, di dalam benakku. Persaan ini membuat Aku “GALAU”, membuat otak pikirku harus berputas. Apa yang harus Aku lakukan? Tak seorang pun memberi saran! Aku benar benar bimbang.
Ternyata aku memang mencintainya. Setiap malam aku memikirkan ini, dan sekarang baru aku merasa yakin kalau rasa ini memang hanya untuknya. Semakin aku mengenalnya, seakan Aku tak bisa lepas lagi darinya. Aku sangat mengagumi sosok yang begitu sederhana yang ada pada dirinya.
Tetapi apa boleh kata, dia sudah mejadi mulik laki-laki lain, yang tak lain masih sahabtakau sendiri.
 Yah!, alasan itulah yang selama ini membuatku tak berani meneruskan rasa ini. biarkan Aku simpan saja dan kan ku bawa rasa ini jauh-jauh ke dasar lubuk hati, dan berharap waktu pun akan menghapus perasaan yang tak pernah aku sadari.
Matahari sudah mulai meredukan diri di ujung kulon, masih saja aku belum mendapatkan jawaban yang aku inginkan.  Kapan Dia datang? Membawa kabar yang aku harapkan!
Aku bertanya pada apa yang terlihat di sekelilingku, hanya sebatang besi mebentang di membelah jalan yang menyabukan desaku dengan desanya. Sebelumnya kami telah berjaji untuk bertemu di jembatan besi merah.
Aku sendiri sudah menunggu sekian jam, namun dia pun tak menongolkan batang hidungnya.
Sebelumnya Aku kenal Dewi di tempat sekolah yang di daerah pigiran kota Purwokerto.  Dewi tak lain merupakan adik kelasku. Ketika itu Aku sedang berjalan untuk pergi ke toilet untuk menghilangkan jenuh di dalam kelas, seperti bisanya aku selalu pergi ketika pelajan yang tak Aku sukai.
Seketika itu aku melintas di ruang kelas dimana Dewi sedang seriusnya mendengarkan Pak guru mengajar Bahasa Indonesia, Aku coba untuk mengintip dari sela jedela kelasnya.
Add caption
Dari situ aku melihat begitu Angun! Mempesona! Cantik!, pokoknya “Perfect”. Ea! jelas dia menjadi bitang  idola di sekolahku. Banyak teman laki-laki ku berlomba untuk mendapatkanya. Dari situ pun aku mencoba untuk andil.
Seketika pulang sekolah Dewi berdiri sediri menunggu jemputan supir  ayahnya, maklum dia anak kepala desa.
Aku mencoba untuk memberanikan diri untuk berkenalan denganya.
“Hay! Lagi nunggu jemputan tah?” basa-basiku.
“ia nih! Tuben pak Kur lama” jawabnya.
“Ohh! Pak Kur  to nama supir bapak mu?’
“Ia”
“Ehhh”
“kita belum kenalan, nama kamu siapa?”
“Dewi”
“Nama yang bagus mirip sama yang punya nama!” godaku.
“Aku sendiri Fiar, anak kelas 12 D, kamu sendiri anak kelas berapa?”
“11 E, udah dulu ia Kak, itu jemputanku sudah datang”
Dewi pun berlari menuju mobil, sebelum dia pergi dia sempat tersenyum dari jedela mobilnya. Tapi aku merasa ada yang kurang saat perkelanan tadi. “astaga, aku belum meminta nomor handphone” ucap ku sendiri.
Aku pun terus bergegas melanjukan langkahku untuk segera sampai di rumah. Di jalan sendri aku terus berpikir kapan Aku bisa bertemu Dewi lagi dan meminta nomor handphonenya.
Dua hari, tiga hari, sampai dua minggu baru aku bisa bertemu denganya lagi. Maklum saja aku selalu mengikuti kegiatan extra kulikuler disekolah, les tambahan. Tau sendiri sebentar lagi aku memasuki ujian Nasional.
Hingga sampai hari yang seperi Aku inginkan. Ketika bertemu dia lagi saat dia seprti biasanya menunggu jemputan, tanpa basa-basi aku langsung memanggil Dia”
“Dewi… Dewi…” panggilku.
 “Sedang nunggu jemputan tah” alasan ku.
“Ia seperti bisa” cetusnya.
“Ehhh ada yang aku mau minta nih dari kamu”
“Memangnya apa?”
“Nomor handphone!”
“Waduh Kak aku lupa, sementara aku sendiri tidak bawa handphone”
“Terus gimana nih?”
“Ia dah deh! Nomor Kakak aja sini, nanti aku hubungi”
“Eadah deh nih, kamu catat 085777890xxx”
“Ok! deh kalau gitu! Dah dulu yach itu dah dating pak Kur”
Sama seperti biasa aku harus menunggu satu, hari dua hari, seminggu, sapai akhirnya aku pun harus fokus dengan ujian Nasiaonal.
Tapi Aku yang masih ingin tau tentang Dewi, aku mencoba bertanya pada teman-teman Dewi.
Hingga aku betemu dengan Ani yang tak lain teman sekelas Dewi, Ani sendiri tetanggaku , saat aku sedang berjalan di dekat sekolahku.
“Ani..Ani..” pangilku
“Ia Kak”
“Kamu kan teman sekelas Dewi, kamu tau gk rumah Dewi?”
“Waduh! Ani kurang pahan sama rumah Dewi Kak!.”
“Ohhh! Gitu yah.. kalau nomor handphone Dewi?
“Gk juga Kak! Emang kenapa sih?”
“Gk apa! Cumin pengin tau aja. Ia dah deh aku pergi dulu An”
“Ia Ka!k”
“Tapi tolong yah sampaiin ke Dewi kalau aku menunggunya”
“Emangnya menunggu apa sih?”
“Bukan apa-apa dia pasti sudah tau”
“Ea dah deh tar Ani sampaiin”.
Sampai akhirnya aku mendapatkan nomor handphone dari sahabatkau, yang sama niatnya dengan ku untuk mendapatkan Dewi.
Higga aku dapat menghubungi dia, ku coba meleponnya berulang kali namun tak pernah ada jawaban. Hingga aku putuskan untuk mengirim SMS saja.
“hay… Dewi aku Fiar, masih ingat aku gk?” pesanku ke Dewi
Namun sapai beberapa jam tak  juga ada balasan. Hingga Aku pun bosan menunggu.
Sampai ketika menjelang magrib, ada suara dering handphoneku bertanda ada pesan masuk, aku bergegas mebuka pasan itu, dan aku pun terseyum ternyata pasan itu dari Dewi, seperti yang kuharapkan.
“Hay! Juga Kak… masih inget kok. Mav yah kalau Dewi lupa gk SMS Kakak” pesanya.
Aku juga terus mebalasnya. Hingga akhirnya Aku dan Dewi sering berhubungan melalui handphone, sampai ketika, Aku dan Dewi sepakan untuk bertemu di sebuah jembatan yang menghubungan atara desaku dangn desa Dewi. Seperi yang sudah di jandikan aku pun pergi menuju kejembatan yang sudah di sepakati. Tapi ternyata dia tak menemui ku hingga akhirnya Aku lelah, terlalu lama menunggu ku putuskan untuk pergi.
Dengan rasa yang selalu mejanggal di Hatiku, Aku mencoba terus untuk berkomunikasi dengan Dewi tapi apa daya waktu yang mengizinkan, hingga akhirnya aku pun harus pergi dari sekolah itu setelah selesai ujian dan mendapatkan Ijazahku. Hingga Aku memutuskan untuk pergi melacong ke provinsi lain demi mengejar pimpiku.


                                                                                                            Purwokerto- 2007

Nama: Sofia Tanto